Bupati Bener Meriah, Jangan Ada Niat Jahat Mainkan Anggaran Saat Bencana

09-04-2020 18:23:04


Redelong- Bupati Bener Meriah, Aceh Tgk. Sarkawi memimpin rapat dengan unsur Forkopimda membahas tindak lanjut hasil video conference (vicon) dengan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian terkait Akuntabilitas Pelaksanaan Anggaran dan Pengadaan Barang dan Jasa Daerah Dalam Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu, (8/4/2020) di Gedung Media Center Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sebelumnya,  Selasa, (7/42020), Tgk Sarkawi bersama dengan Mendagri dan beberapa menteri negara telah membahas terkait kebutuhan daerah di bidang perindustrian, perdagangan dan pangan. 

Ada beberapa hal yang Bupati cermati hasil dari vicon tersebut. Di antaranya adalah diberinya kesempatan oleh pusat untuk melakukan realokasi dan refocussing kegiatan.

"Tentunya kita berterima kasih karena diberikan kesempatan realokasi dan refocussing anggaran walaupun sebagian anggaran belum ada. PAD kita juga masih berproses. Ada beberapa daerah yang tidak siap dengan bencana ini, otomatis tidak ada anggaran apapun yang tersedia di situ," kata Sarkawi yang disampaikan Kepala Diskominfo Bener Meriah, Irmansyah S.STP, M.SP.

"Akan tetapi dengan adanya izin realokasi ini kita dapat melakukan penyesuaian penyesuaian yang cukup besar pendapatan dan belanja kita," tambahnya. 

Abuya juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyampaikan hal itu ke BPKP perwakilan Aceh, Menteri dalam Negeri. "Baru kemarin dituntaskan,  dan nanti kita akan sampaikan juga ke DPRK agar disesuaikan di internal Dewan," jelasnya.

Poin utama dalam kegiatan darurat tersebut adalah karena harga menjadi tidak stabil. Namun, di sisi lain pemerintah dituntut bekerja dengan cepat. "Pastikan mengikuti regulasi. Beberapa yang tidak bisa, dikonsultasikan ke BPKP dan Inspektorat," pesannya.

Bupati yang akrab disapa "Abuya" ini mengingatkan agar tidak ada mens rea (niat jahat) untuk memainkan anggaran saat bencana, "Jangan ada unsur-unsur mengambil kesempatan dalam musibah ini,  anggaran yang bersifat musibah. Pastikan kawal dan jaga dengan baik, dan nanti akan diaudit," tegasnya.

"Ini musibah yang kita hadapi.  Tidak ada yang menyukai. Kita tidak ada anggaran, maka kita realokasi dan kita laporkan penggunaannya," tandas Abuya. 

Hadir dalam rapat tindak lanjut hasil vicon tersebut,  Sekretaris Daerah Bener Meriah Haili Yoga beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di antaranya Wakapolres Bener Meriah,  Komandan Kodim 0106, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, Wakil Ketua I DPRK,  Ketua TP PKK dan Kepala Pengelola Keuangan kabupaten Bener Meriah. 

Senada dengan Sarkawi,  Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Agus Suroto, SH mengatakan Mens Rea yang dimaksud niat jahat tersebut akan diikuti dengan Actus Rius (perbuatan melawan hukum). 

"Jadi niat jahat yang dituangkan ke dalam tindakan untuk mengambil keuntungan. Menyambung dari Abuya marilah kita bekerja dengan niat tulus dan ikhlas," katanya.

Komandan Kodim 0106 Letkol Inf.Valyan Tatyunis mengatakan bahwa semua unsur penegak hukum menyatakan situasi ini tidak dalam kondisi normal.

"Nanti kita akan koordinasi dengan kejaksaan dan polres keputusan seperti apa, dan yang terpenting adalah semua unsur pemerintah bisa hadir pada saat masyarakat dalam kesusahan," ujarnya.

Kapolres Bener Meriah dalam hal ini diwakili Wakapolres Bener Meriah Kompol Maryono  mengatakan siap mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah dalam penanganan percepatan penyelesaian wabah Covid 19.

Ketua Pengadilan Negeri Bener Meriah Purwaningsih, SH  juga mengatakan keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi. "Dengan adanya wabah covid ini,  kita tetap bekerja dengan baik. Akan tetapi, jangan mengabaikan faktor keselamatan,  karena keselamatan adalah hukum yang tertinggi," tandasnya. (red/fa/diskominfo-bm).